Kamis, 05 Mei 2016

Tentang Kehilangan

Sesuatu yang tak lagi ada, tak lagi dapat diraba, tak lagi bisa terjamah mata
Berpindah, lenyap, berubah, menguap atau bagaimana pun caranya dia telah hilang
Pandang tak lagi bertemu, kata tak bersambut, rasa  mengabang tak berarah
Bisa jadi karena waktu, karena keadaan, tau karena takdir dia telah hilang
Setelah itu maka ada yang tak lagi sama, akan ada sedikit atau banyak sakit
Awalnya akan perih sedikit, lama-lama akan sakit hingga menghujam bagian terlemahmu
Maka kau akan menjerit, mengerang berharap sakit itu menguap bersama teriakanmu termakan udarah
Tidak, tidak akan lenyap rasa itu, badanmu akan tersungkur kelantai terhepas tak berdaya
Kau tatap tanganmu yang tak berdaya untuk menggenggamnya karena kau menggenggam sesuatu yang bukan milikmu
Dan kini kau tersungkur karena kehilangan sesuatu yang bukan milikmu? Disini siapa yang bodoh kawan?
Lepaskan... tegakkan badanmu, karena itu memang bukan milikmu
Lepaskan... karena kau belum tentu mampu membuatnya bahagia di genggamanmu
Lepaskan.... bisa jadi itu akan melukai tanganmu
Lepaskan... maka kau tak perlu sesakit ini sekarang
Lihat...lihat kedepan sepertinya ada yang akan datang kawan??? Siapkan genggamanmu kawan
Tapi ingat, kau akan kehilangan lagi

Selasa, 03 Mei 2016

Akuntansi Pendatan (Teori Akuntansi)



A.           Pengertian Pendapatan
Menurut FASP, Pendapatan adalah arus masuk atau penambahan lainnya pada aktiva satu kesatuan usaha atau penyelesaian kewajiban-kewajibannya (atau kombinasi keduanya) dari pengiriman atau produksi barang, pemberian jasa, atau kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama atau pusat dari satuan usaha yang berkesinambungan.
GAAP menyatakan Bahwa pendapatan dan karena itu laba harus diakui dalam laporan akuntansi bila kriteria berikut terpenuhi:
1.        Nilai ekonomi harus ditambahkan oleh perusahaan pada produknya
2.        Jumlah pendapatan harus dapat diukur
3.        Pengukuran harus dapat diuji dan secara relatif bebas dari bias
4.        Harus mungkin untuk mengestimasi beban yang berhubungan dengan tingkat akurasi yang wajar.
Pendapatan telah diinterpretasikan sebagai:
1.      Arus masuk aktiva bersih yang dihasilkan dari penjualan barang atau jasa
2.      Arus keluar barang atau jasa dari perusahaan ke pelanggannya dan
3.      Produk perusahaan yang dihasilkan dari penciptaan barang atau jasa oleh usaha selama periode waktu tertentu
Pandangan yang lebih sempit dari pendapatan hanya memasukkan hasil dari aktivitas penghasil pendapatan dan mengeluarkan laba investasi serta keuntungan dan kerugian dari penjualan aktiva tetap. Pandangan ini mengharuskan pemisahan yang jelas, dibuat antara pendapatan dengan keuntungan dan kerugian.
B.            Pengukuran pendapatan
Pendapatan diukur dalam hal nilai dari produk atau jasa yang dipertukarkan dalam transaksi ”wajar” (arms-length). Nilai ini mewakili ekuivalen kas bersih atau nilai sekarang terdiskonto atas uang yang diterima atau akan diterima dalam pertukaran dengan produk atau jasa yang ditransfer oleh perusahaan kepada pelanggannya. Dua interpretasi utama yang timbul dari konsep pendapatan ini:
1.        Diskon kas dan pengurangan apapun dalam harga tetap, seperti kerugian dari piutang tak tertagih, adalah penyesuaian yang diperlukan untuk menghitung ekuivalen kas bersih atau nilai sekarang terdiskonto atas klaim uang yang sebenarnya dan sebagai konsekuensinya, harus dikurangi ketika menghitung pendapatan. (Interpretasi ini berlawanan dengan pandangan bahwa diskon kas dan kerugian dari piutang tak tertagih sebaiknya dianggap sebagai beban).
2.        Untuk transaksi nonkas, nilai pertukaran ditetapkan setara dengan nilai pasar wajar dari pengorbanan yang diberikan atau diterima, mana yang lebih mudah dan lebih jelas untuk dihitung.