Tampilkan postingan dengan label Seputar Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2016

(Teori Akuntansi) KONSEP BIAYA



A.      Pengertian Biaya
Secara umum, dapat dikatakan bahwa cost yang telah dikorbankan dalam rangka menciptakan pendapatan disebt dengan biaya. FASB (1980)mendefinisikan  biaya sebagai aliran keluar (outflows) atau pemakaian aktiva atau timbulnya hutang (atau kombinasi keduanya) selama satu periode yang berasal dari penjualan atau produksi barang, atau penerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan yang lain yang merupakan kegiatan utama suatu entitas.
Sedang IAI (1994) mendefinisikan biaa (beban) sebagai penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengkibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal (pararap 70).
Dari pengertian di atas dapat dilihat bahwa biaya pada akhirnya merupakan aliran keluar aktiva meskipun kadang-kadang harus melalui hutang terlebih dahulu. Konseptual baiya lebih bersifat penurunan aktiva daripada kenaikan hutang. Biaya akan terjadi bila produk tertentu diserahkan untuk menciptakan pendapatan. Penggunaan aktiva dapat dikatakan sebagai biaya apabila penggunaan tersebut berkaitan langsung dengan penyerahan produk (menghasilkan pendapa tan) dan bukan pengubahan aktiva menjadi potensi  jasa(aktiva lain) yang lain.
Sementara Kam (1990) mendefinisikan biaya sebagai penurunan nilai aktiva atau kenaikan hutang atau kenaikan ekuitas pemegang saham (stockholder’s equity) sebagai akibat pemakaian barang atau jasa oleh suatu unit usaha untuk menghasilkan pendapatan pada periode berjalan. Misalnya, perusahaan menggunakan jasa tenaga kerja dan pgaji tenaga kerja tersebut dibayar dengan kas atau aktiva lain. Pemakaian jasa tresebut jelas menunjukkan adanya penurunan nilai aktiva (berkurangnya kas atau aktiva lain). Apabila tenaga kerja tersebut tidak langsung dibayar atau dibayar di lain waktu, maka penggunaan jasa tenaga kerja tersebut akan menaikkan hutang. Sementara itu, bila tenaga kerja dibayar dengan sejumlah tertentu saham, penggunaan tenaga kerja akan menambah stockholder’s equity.

B.       BIAYA DAN RUGI (LOSSES)
Atas dasar definisi biaya diatas dapat dikatakan bahwa yang termasuk biaya hanya cost yang benar-benar dikorbankan untuk menghasilkan pendapatan. Penggunaan aktiva atau pengurangan cost aktiva yang tidak berkaitan dengan proses memperoleh pendapatan seharusnya dikelompokan sebagai rugi(losses). Memang rugi dan biaya merupakan perubahan-perubahan yang relevan, yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan laba perusahaan. Akan tetapi, hanya biaya yang harus ditandingkan dengan pendapatan pada periode terjadinya.
Agar pemakai laporan keuangan mendapatkan tambahan informasi yang lebih lengkap, rugi dapat disertakan dalam laporan rugi laba sebagai penentu besarnya laba komprehensif. Rugi sebaiknya disajikan terpisah dari biaya. Koreksi terhadap besarnya biaya periode terdahulu, tiak dapat diperlakukan sebagai rugi. Koreksi tersebut harus diklasifikasikan secara terpisahsebagai “koreksi kesalahan periode sebelumnya”.
Dari definisi yang terdapat dalam konsep dasarpenyusunan dan penyajian laporan keuangan, IAI (1990) tidak  memisahakan biaya dengan rugi. Jadi semua potensi jasa baik yang digunakan secara langsung ataupun tidak langsung untuk memperoleh pendapatan disebut dengan biaya. IAI (1990) bahkan secara spesifik menyebutkan hal tersebut seperti yang tertulis pada paragrap 78 berikut ini “Kerugian termasuk dalam kelook beban”.
C.      PENGUKURAN DAN PENGAKUAN BIAYA
1.      Pengukuran Biaya
Sejalan dengan penilaian aktiva, biaya dapat diukur atas dasar jumlah rupiah yang digunakan untuk penilaian aktiva dan hutang. Oleh karena itu, pengukuran biaya dapat didasarka pada:
a.         Cost Historis
Cost historis merupakan jumlh rupiah kas atua setaranya yang dikorbankan untuk memperoleh aktiva. Pengukuran biaya atas dasar cost historis, dapat digunakan untuk jenis aktiva seperti gedung, peralatan dan sebagainya.
b.        Cost Pengganti/Cost Masukan Terkini (Replacement Cost/ Curent Input Cost)
Cost masukan terkini menunjukkan jumlah rupiah harga pertukaran yang harus dikorbankan sekarang oleh suatu entitas untuk memperoleh aktiva yang sejenis dalam kondisi yang sama. Contohnya, penilaian untuk persediaan.
c.         Setara Kas (Cash Equivalent)
Setara kas adalah jumlah rupiah kas yang dapat direalisir dengan cara menjual setiap jenis aktiva dipasar bebas dalam kondisi perusahaan normal. Nilai ini biasanya didasarkan pada catatan harga pasar barang bebas yang sejenis dalam kondisi yang sama. Pos aktiva berwujud biasanya menggunakan dasar penilaian ini
Meskipun ada berbagai dasar penilaian, dalam praktik yang paling banyak digunakan untuk mengukur biaya adalah cost historis.
2.      Pengakuan Biaya
Pada dasarnya cost memiliki dua kedudukan penting, yaitu: (a) Sebagai aktiva(potensi jasa) dan (b) Sebagai beban pendapatan (biaya). Atas dasar konsep kontinuitas  usaha, cost mula-mula diperlakukan sebagai aktiva dan kemuian baru diperlakukan sebagai pengurang pendapatan(biaya). Misalnya, cost persediaan ada awalnya dicatat/di akui sebagai aktiva. Apabila cost tersebut telah dinytakan keluar (dijual) untuk menghasilkan pendapatan, maka cost tersebut dinyatakan sebagai biaya, dengan nama cost barang terjual (cost of goods sold).

Kamis, 07 April 2016

RMK Seminar Akuntansi (Akuntansi Keprilakuan/Behavioral Accounting)



A.      Ruang Lingkup Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi Keperilakuan (Behavioral Accounting) merupakan bagian dari disipilin akuntansi yang mempelajari tentang hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi, serta dimensi sosial dari organisasi dimana manusia dan sistem akuntansi tersebut berada. Jadi, terdapat tiga pilar utama Akuntansi Keperilakuan yaitu: perilaku manusia, akuntansi, dan organisasi. Untuk itulah maka sering dikatakan pula bahwa Akuntansi Keperilakuan merupakan bidang studi yang mempelajari aspek manusia dari akuntansi (human factors of accounting). Dalam perkembangan selanjutnya bahkan diperluas lagi sampai bagaimana akuntasi dan masyarakat saling mempengaruhi, sehingga aspek sosial dari Akuntansi (social aspect of accounting) juga sering dimasukkan sebagai bagian dari Akuntansi Keperilakuan.
Akuntansi Keperilakuan terkait dengan hal-hal sebagai berikut:
1.        Reaksi manusia terhadap format dan isi dari pelaporan keuangan.
2.        Bagaimana informasi diproses untuk keperluan pengambilan keputusan
3.        Pengembangan teknik-teknik pelaporan untuk mengkomunikasikan data kepada penggunanya.
4.        Pengembangan strategi untuk memotivasi dan mempengaruhi perilaku, inspirasi, dan tujuan orang-orang yang menjalankan organisasi.
5.        Dan hal-hal lain yang mengaitkan akuntansi, manusia, organisasi, dan masyarakat.
B.       Perkembangan Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi Keperilakuan mulai berkembang sejak Profesor Schuyler Dean Hollet dan Profesor Chris Argyris melakukan suatu penelitian di tahun 1951 tentang “Pengaruh Anggaran pada Orang” (The Impact of Budget on People). Penelitian tersebut disponsori oleh Controllership Foundation of America. Sejak penelitian tersebut, topik-topik penelitian yang mengkaitkan akuntansi dan manusia berkembang pesat.
Antara tahun 1960 sampai tahun 1980an jumlah artikel berkaitan dengan akuntansi keperilakuan yang dipublikasikan di jurnal-jurnal akuntansi berkembang pesat. Jurnal yang terkenal yang memfokuskan pada akuntansi keperilakuan adalah “Accounting, Organization, and Society” yang muncul sejak tahun 1976, dan juga jurnal yang diterbitkan oleh American Accounting Association (AAA) yang bernama “Behavioral Research in Accounting”.
C.      Akuntansi Perilaku       
            Aspek budaya dalam akuntansi disebut  juga behavioral accounting. Berbagai budaya yang dapat mempengaruhi peran atau hasil dari interaksi antara informasi akuntansi dengan prilaku konsumennya atau penyajinya. Dengan perkataan lain, berkaitan dengan hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi baik  dalam bidang akuntansi keuangan, auditing maupun akuntansi manajemen. Bahkan ini dianggap sebagai bidang (cabang) akuntansi yang khusus (Siegel, Ramanauskas Marconi, 1989).
Bidang akuntansi ini mulai berkembang pada tahun 1950-an. Pada tahun 1991 the Controlllership Foundation of America mensponsori penelitian untuk mengetahui pengaruh budget terhadap manusia. Riset ini dilakukan oleh Cornell University dengan di pimpin  oleh Chris Argyris. Penelitian ini telah memberikan beberapa rekomendasi tentang beberapa perilaku yang muncul dalam penerapan budget .Hasil riset ini muncul di Harvard Business Review yang ditulis oleh Argyris dengan judul Human Problems with Budgets.
Sejak itu maka banyak ahli menjadi pemerhati dan menjadi penelit akuntansi perilaku ini seperti Mayo, Maslow, Mc Gregor, Likert. Output informasi itu menyangkut manusia baik yang menyajikannya maupun yang mneggunakannya. Maka diakui bahwa data akuntansi itu dapat mempengaruhi perilaku manusia yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tidak mungkin dapat di pisahkan dari data informasi akuntansi itu sendiri dengan pemakai atau penyajinya. Era Globalisasi menimbulkan borderless country sehingga tidak ada lagi hal-hal yang membatasi suatu negara engan negara lain dalam melakukan kegiatan bisnis maupun dalam hal pertukaran kebudayaansi maupun. Output akuntansi pun tidak beredar disuatu negara dengan budaya yang sama, tetapi meluas smpai ke beberapa negara dengan budaya yang bebeda.
            Dalam akuntansi perilaku ini menjadi sorotan adalah dampak dari informasi akuntansi terhadap perilaku orang yang membaca atau menyiapkannya. Juga melihat bagaimana reaksi manusia terhadap informasi akuntansi yang diberikan. Dampak perilaku dari sistem pengawasan, dampak sistem budget terhadap perilaku, dampaksistem responsibility accounting terhadap perilaku, dampak sistem disentralisasi ataupun sentralisasi. Pengambilan keputusan terhadap perilaku, dimensi perilaku dalam sistem pengawasan internal, beberapa pola perilaku auditor, aspek perilaku dalam pengmbilan keputusan, faktor perilaku dalam capital budgeting, aspek perilaku dalam kebutuhan pengungkapan, aspek perilaku dalam akuntansi dalam sumber daya manusia dan sebagainya. Menurut Siegel, Ramanauskbas, dan Marconi (1998) ada tiga bagian:
1.    Pengaruh perilaku manusia  terhadap desain, konstruksi, dan penggunaan sistem akuntansi. Akuntansi perilaku membahas sikap dan filosofi manajemen yang dpat mempengaruhi sifat pengawasan akuntansi dan fungsi organisasi.Misalnya apakah manajemen yang bersifat risk averse. Pengawasan yang ketat dan yang longgar dapt mempengaruhi desain sistem pengawasan.
2.    Pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia. Bagaman sistem akuntansi mempengaruhi motivasi, produktivitas, pengambiln keputusan, kepuasan kerja, dan kerja sama. Misalnya bagaiman bujet yang dapat menciptakan produktivitas atau motivasi, bujet yang ketat atau longgar.
3.    Metode meramalkan dan strategi untuk mengbah perilku manusia. Bagaiman sistem akuntansi dapat digunakan untuk mempengaruhi perilaku manusia misalnya memperketat atau memperlonggar sistem pengawasan, memberikn pola kompensasi yang dapat mempengaruhi perilaku misalnya dengan ESOP (Employee Stock Ownership Program), sistem pelaporan prestasi, sistem pemberian reward and penalties terhadap prestasi.
             
Akuntansi bukanlah sesuatu yang statis, tetapi akan selalu berkembang sesuai dengan pekembangan lingkungan akuntansi serta kebutuhan organisasi akan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya (Khomsiah dalam Arfan & Ishak, 2005). Berdasarkan pemikiran tersebut, manusia dan faktor sosial secara jelas didesain dalam aspek-aspek operasional utama dari seluruh sistem akuntansi. Dan para akuntan belum pernah mengoperasikan akuntansi pada sesuatu yang fakum. Para akuntan secara berkelanjutan membuat beberapa asumsi mengenai bagaimana mereka membuat orang termotivasi, bagaimana mereka menginterpretasikan dan menggunakan informasi akuntansi, dan bagaimana sistem akuntansi mereka sesuai dengan kenyataan manusiadan mempengaruhi organisasi.
Penjelasan di atas menunjukan adanya aspek keperilakuan pada akuntansi, baik dari pihak pelaksana (penyusun informasi) maupundari pihak pemakai informasi akuntansi. Pihak pelaksana (penyusun informasiakuntansi) adalah seseorang atau kumpulan orang yang mengoperasikan sistem informasi akuntansi dari awal sampai terwujudnya laporan keuangan. Pengertian ini menjelaskan bahwa pelaksana memainkan peranan penting dalam menopang kegiatan organisasi. Dikatakan penting sebab hasil kerjanya dapat memberikan manfaat bagikemajuan organisasi dalam bentuk peningkatan kinerja melalui motivasi kerja dalamwujud penetapan standar-standar kerja.
Standar-standar kerja tersebut dapatdihasilkan dari sistem akuntansi.Dapat diperkirakan apa yang akan terjadi ketikapelaksana sistem informasi akuntansi tidak memahami dan memiliki kerja yangdiharapkan. Bukan saja laporan yang dihasilkan tidak handal dalam pengambilankeputusan, tetapi juga sangat berpotensi untuk menjadi bias dalam memberikanevaluasi kinerja unit maupun individu dalam organisasi. Untuk itu motivasi danperilaku dari pelaksana menjadi aspek penting dari suatu sistem informasiakuntansi.
Di sisi lain, pihak pemakai laporan keuangan dapat dibagi menjadi duakelompok, yaitu: pihak intern (manajemen) dan pihak ekstern (pemerintah,investor/calon investor, kreditur/calon kreditur, dan lain sebagainya). Bagi pihak intern, informasi akuntansi akan digunakan untuk motivasi dan penilaian kinerja.Sedangkan bagi pihak ekstern, akan digunakan untuk penilaian kinerja sekaligus sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bisnis. Di samping itu pihak ekstern,juga perlu mendiskusikan berbagai hal terkait dengan informasi yang disediakansebab mereka mempunyai suatu rangkaian perilaku yang dapat mempengaruhi tindakan pengambilan keputusan bisnisnya. Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa riset akuntansi mulai mencoba menghubungkan dan menganggap penting untuk memasukkanaspek keperilakuan dalam akuntansi.
Sejak meningkatnya orang yang sudah memberikan pengakuan terhadap beberapa aspek perilaku dari akuntansi, terdapat suatu kecenderungan untuk memandang secara lebih luas terhadap bagian akuntansi yang lebih subtansial. Perspektif perilaku menurut pandagan ini telah dipenuhi dengan baik sehingga membuat sistem akuntansi yang lebih dapat dicerna dan lebih bisaditerima oleh para manajer/pimpinan dan karyawannya. Pelayanan akuntansi mungkin juga telah sampai pada puncak permasalahan yang rumit dan gagasan akuntansi dapatmuncul dari beberapa nilai yang ada. Tetapi, pertimbangan perilaku dan sosialtidak berarti mengubah dari tugas akuntansi secara radikal. Namun mulai mengembangkan perspektif dalam mendekati beberapa pengertian yang mendalammengenai pemahaman atas perilaku manusia pada organisasi.

Senin, 28 Maret 2016

RMK Perekayasaan Pelaporan Keuangan



A.          Pengertian Perekayasaan Pelaporan Keuangan
Perekayasaan adalah proses terencana dan sistematis yang melibatkan pemikiran, penalaran, dan pertimbangan untuk memilih dan menentukan teori, pengetahuan yang tersedia. Konsep, metoda, teknik, serta pendekatan untuk menghasilkan suatu produk. Akuntansi secara luas didefinisakn sebagai seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan , penyediaan jasa secara nasional berupa informasi keuangan kuantitif, unit unit organisasi dalam suatu lingkungan negara tertentu dan cara penyampaian informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik.
Pelaporan keuangan nasional harus direkayasa secara saksama untuk pengendalian alokasi sumber daya secara automatis melalui mekanisme sistem ekonomik yang berlaku. Dalam pelaporan keuangan, pengendalian secara automatis dicapai dengan ditetapkannya suatu pedoman pelaporan keuangan yaitu PABU / GAAP, termasuk didalamnya standar akuntansi.
Dalam perekayasaaan pelaporan keuangan , akuntansi memanfaatkan pengetahuan dan sains dari berbagai disiplin ilmu. Tujuan akuntansi akan menjadi kekuatan pengarah dalam merekayasa akuntansi karena tujuan tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi kebermanfaatan dan keefektifan produk yang dihasilkan.
Karena rerangka konseptual mempertimbangkan faktor lingkungan tempat akuntansi diterapkan, rerangka konseptual yang dihasilkan dapat berbeda satu Negara dan Negara lain. Keunggulan rerangka konseptual FASB dan IASC adalah dalam aspek pendidikan. FASB memuat secara komprehensif penalaran dan argument yang melekat dalam tiap penjelasan komponen konsep.
B.          Tujuan Perekayasaan Pelaporan Keuangan
Dengan seperangkat pengetahuan akuntansi sebagai teknologi, orang akan mampu merekayasa suatu mekanisma pelaporan keuangan untuk suatu Negara. Salah satu tujuan yang dapat dicapai dengan perekayasaan ini adalah alokasi sumber daya ekonomik secara efektif dan efisien. Pelaporan keuangan nasional harus direkayasa secara seksama untuk mengendalikan alokasi tersebut secara automatis dengan mempengaruhi perilaku pengambil keputusan ekonomik yang dominan melalui informasi keuangan. Agar terjadi pengendalian automatis, penyedian informasi harus dilakukan dengan cara tertentu berupa prinsip akuntansi berterima umum.
Pelaporan keuangan adalah struktur dan proses yang menggambarkan bagaimana informasi keuangan disediakan dan dilaporkan untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan yang pada gilirannya akan membantu pencapaian tujuan ekonomik dan social Negara. Pelaporan keuangan sebagai sistem nasional merupakan hasil proses perekayasaan akuntansi.
C.          Faktor-faktor yang diperhatikan dalam proses Perekayasaan Laporan Keuangan
Hendrikson menguraikan aspek – aspek yang harus dipertimbangkan dalam proses perekayasaan untuk menghasilkan rerangka teoritis akuntansi, yaitu :
1.        Pernyataan postulat yang menggambarkan karakteristik unit – unit usaha ( entitas pelapor ) dan lingkungannya.
2.        Pernyataan tentang tujuan pelaporan keuangan yang diturunkan dari pernyataan postulat.
3.        Evaluasi tentang kebutuhan informasi oleh pihak yang dituju ( pemakai ) dan kemampuan untuk memahami, menginterpretasi, dan menganalisis informasi yang disajikan.
4.        Penentuan atau pemilihan tentang apa yang harus dilaporkan
5.        Evaluasi tentang pengukuran dan proses penyajian untuk mengkomunikasi informasi tentang perusahaan dan lingkungannya.
6.        Penentuan dan evaluasi terhadap kendala – kendala pengukuran dan deskripsi unit usaha beserta lingkungannya.
7.        Pengembangan dan penyusunan pernyataaan umum yang dituangkan dalam bentuk suatu dokumen resmi yang menjadi pedoman umum dalam menyusun standar akuntansi.
8.        Perancang bangunan struktur dan format sistem informasi akuntansi untuk menciptakan, menangkap, mengolah, meringkas, dan menyajikan informasi sesuai dengan standar atau pinsip akuntansi berterima umum.

D.          Proses Perekayasaan Pelaporan Keuangan
Perekayasaan akuntansi adalah proses pemikiran logis dan objektif untuk membangun suatu struktur dan mekanisma pelaporan keuangan dalam suatu negara untuk menunjang tercapainya tujuan negara.
Proses perekayasaan pelaporan keuangan adalah sebagai berikut :
1.        Tuan negara dijabarkan dalam tujuan pelaporan keuangan, diharapkan pencapaian tujuan akuntansi dapat membantu tercapainya tujuan negara.
2.        Adapun pertanyaan – pertanyaan perekayasaan melibatkan pertimbangan dan pemilihan berbagai gagasan tentang idoelogi, filosofi, paradigma, dan konsep dasar untuk menjamin agar tujuan pelaporan tercapai. Gagasan yang dipilih tentunya adalah gagasan yang cocok dengan lingkungan diterapkannya akuntansi agar hasil perekayasaan menjadi efektif sebagai alat.
3.        Konsep yang dijalannkan harus sesuai dengan standar akuntansi dan acuan lainnya sehingga membentuk prinsip akuntansi berterima umum ( PABU ).
4.        Hasil dari perekayasaan pelaporan keuangan diberitakan melalui media informasi, agar dapat dimengerti oleh para pemakai informasi laporan keuangan tersebut.
Pada dasarnya proses perekayasaan ini adalah proses untuk menjawab pertanyaan mendasar yaitu bagimana suatu kegiatan operasi perusahaan disimbolkan dalam bentuk statemen keuangan sehingga orang yang dituju dapat membayangkan operasi perusahaan secara finansial tanpa harus menyaksikan secara fisis operasi perusahaan.

Rangkuman SFAC Nomor 3



Elemen-elemen Laporan Keuangan
Elemen pokok laporan keuangan terdiri dari aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya. Tugas akuntansi adalah untuk mengikuti, mengukur dan mengkomunikasikan peribahan-perubahan dan perkembangannya. Elemen pokok ini telah berlaku umum di dunia usaha dan setiap elemen saling terkait dengan elemen. Lantas apa yang dimaksud elemen tersebut.
1.        Asset
Aset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai di masa yang akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yang sudah berlalu.
Asset memiliki 3 karakteristik penting yaitu :
a.       Probable future economic benefit, harta harus memiliki mafaat dimasa yang akan datang, yang memungkinkan memberikan net cash flow dimas yang akan datang baik langsung maupun tidak langsung.
b.      Entitas tersebut mampu memberikan menikmati manfaat dan memiliki kekuatan untuk menghalangi entitas lain menikmati manfaat ekonomis tersebut.
c.       Transaksi yang menyebabkan timbulnya hak perusahaan untuk memperoleh dan mengawasi manfaat tersebut, serta menghalangi entitas lain, sudah terjadi dimasa lalu.
Transaksi dan Peristiwa pada Perubahan Aset
Aset dari perusahaan bisnis dapan mengalami perubahan baik oleh transaksi atau peristiwa lainnya. Sebuah perusahaan bisnis memperoleh aset dari entitas lain dan menambah nilai melalui operasi untuk aset itu sudah memiliki. Misalnya ransaksi dengan entitas lain menggunakan assetnya. Beberapa transaksi atau peristiwa lain juga dapat menurunkan salah satu aset dan meningkatkan asset yang lainnya. keadaan yang mungkin sebagian atau seluruhnya di luar kendali manajemen misalnya, perubahan harga, perubahan suku bunga, perubahan teknologi, pemaksaan pajak dan peraturan, penemuan, pertumbuhan atau pertambahan, penyusutan, vandalisme, pencurian, pengambilalihan, perang, kebakaran, dan bencana alam.
2.        Liabilities
Liabilities/kewajiban adalah pengorbanan sumber ekonomis yang mungkin di masa yang akan datang yang timbul dari kewajiban entitas tertentu pada saat ini untuk menyerahkan aktiva atau memberikan jasa pada entitas yang lain di masa mendatang sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa di masa lampau.
Liabilities memiliki 3 karakteristik penting yaitu :
a.       Suatu kewajiban mengharuskan bahwa suatu entits menyelesaikan kewajiban sekarang ini dengan mentransfer asset dari masa depan atas permintaan / bila suatu peristiwa tertentu terjadi / pada suatu waktu tertentu
b.      Kewajiban ini tidak dapat dihindari
c.       Peristiwa yang menimbulkan kewajiban entitas tersebut telah terjadi dimasa lalu
Transaksi dan Peristiwa yang Mengubah Kewajiban.
Kewajiban perusahaan bisnis dapat berubah baik oleh transaksi dan peristiwa lainnya. Kewajiban suatu perusahaan juga kadang-kadang dipengaruhi oleh perubahan harga, perubahan tingkat suku bunga, atau cara lain dimana keadaan tersebut mungkin sebagian atau seluruhnya di luar kendali manajemen.
Akun valuasi
Sebuah bagian yang terpisah yang mengurangi atau meningkatkan nilai tercatat kewajiban kadang-kadang ditemukan dalam laporan keuangan. Misalnya, premi obligasi atau diskon meningkat atau menurun nilai nominal obligasi dibayarkan kepada hasil atau nilai sekarang. Mereka "rekening valuasi" yang
bagian dari kewajiban yang terkait dan tidak kewajiban di kanan mereka sendiri atau aset.


3.        Equity
Equity adalah suatu hak yang tersisa atas aktiva suatu lembaga (entity) setelah dikurangi kewajibannya. Dalam perusahaan equity adala modal pemilik. Ekuitas merupakan sumber distribusi oleh suatu perusahaan kepada pemilik, baik dalam bentuk dividen tunai atau distribusi aset lainnya. Distribusi ke pemilik dapat mempengaruhi harga pasar dari efek ekuitas suatu perusahaan.
Dengan demikian, karakteristik penting dari pusat ekuitas yaitu adanya transfer aset perusahaan kepada pemilik. Distribusi ke pemilik pada kebijaksanaan pemilik atau perwakilan mereka setelah memenuhi pembatasan yang diberlakukan oleh hukum, peraturan, atau perjanjian dengan badan usaha lainnya.
Ekuitas awalnya diciptakan oleh investasi pemilik dalam suatu perusahaan dan dari waktu ke waktu ditambah dengan investasi tambahan oleh pemilik. Ekuitas dikurangi dengan distribusi oleh perusahaan kepada pemilik. Namun, karakteristik yang membedakan dari ekuitas adalah bahwa hal itu pasti dipengaruhi oleh operasi perusahaan.
4.        Investment by owners
Melalui investasi oleh pemilik, perusahaan memperoleh sumber dana untuk memulai atau memperluas operasi, untuk melunasi hutang atau kewajiban lainnya, atau untuk  tujuan bisnis lainnya. Sebagai hasil dari investasi sumber daya dalam perusahaan, entitas lain mendapatkan kepemilikan pada perusahaan atau peningkatan kepemilikan mereka sudah punya. Tidak semua investasi di efek ekuitas dari suatu perusahaan oleh entitas lain adalah investasi oleh pemilik sebagai konsep yang didefinisikan dalam Pernyataan ini.
Dalam investasi oleh pemilik, perusahaan yang menerbitkan surat berharga yang diperoleh oleh pemilik selalu menerima hasil atau manfaat mereka. Jika pembeli dari efek ekuitas menjadi pemilik atau meningkatkan kepemilikannya dalam suatu perusahaan dengan membeli sekuritas dari pemilik lain yang mengurangi atau mengakhiri kepemilikannya, maka tidak mempengaruhi aktiva bersih perusahaan.

5.        Distribution to owners
Investasi oleh pemilik menyebabkan kenaikan aktiva bersih dari perusahaan tertentu yang dihasilkan dari transfer ke atau dari entitas lain dari. Aset yang paling sering diterima sebagai investasi oleh pemilik mencakup layanan  atau konversi kewajiban dari perusahaan.

Sabtu, 26 Maret 2016

Rangkuman SFAC Nomor 1



TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN OLEH PERUSAHAAN BISNIS
Pelaporan keuangan bukanlah tujuan itu sendiri, tetapi dimaksudkan untuk memberikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan bisnis dan ekonomi.
Tujuannya juga dipengaruhi oleh karakteristik dan keterbatasan jenis informasi yang dapat disediakan meliputi Informasi berkaitan dengan perusahaan bisnis, Informasi sering merupakan hasil dari perkiraan bukan kenyataan atau berdasarkan hasil pengukuran, Informasi ini sebagian besar mencerminkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa yang telah terjadi, Informasi hanyalah salah satu sumber dan Informasi ini disediakan dan digunakan dengan biaya atas informasi tersebut.
Tujuan pelaporan keuangan menyatakan bahwa  :
1.      Suatu laporan keuangan harus menyediakan informasi yang berguna saat ini dan informasi yang potensial untuk investor, kreditor dan pengguna lainnya dalam membuat keputusan yang rasional dalam berinvestasi, kredit dan keputusan yang berkaitan. Informasi yang diberikan harus dipahami oleh orang-orang yang memiliki pemahaman dalam bisnis dan kegiatan ekonomi dan bersedia untuk mempelajari informasi dengan baik.
2.      Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi untuk membantu investor saat ini dan investor potensial dan kreditur dan pengguna lainnya dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian penerimaan kas prospektif dari dividen atau bunga dan hasil dari penjualan, penebusan, atau jatuh tempo surat berharga atau pinjaman. Karena arus kas yang berkaitan dengan arus kas perusahaan, pelaporan keuangan harus menyediakan informasi untuk membantu investor, kreditor, dan lain-lain menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian dari prospek dari arus kas bersih perusahaan terkait.
3.      Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi tentang sumber-sumber ekonomi dari suatu perusahaan, klaim ke sumber daya tersebut (kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber daya untuk entitas lain dan kepada pemilik modal), dan efek dari transaksi, peristiwa, dan keadaan yang mengubah sumber daya dan klaim ke sumber daya tersebut.
Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan adalah fitur utama dari pelaporan keuangan. Mereka adalah sarana utama komunikasi informasi akuntansi bagi mereka di luar perusahaan. Meskipun laporan keuangan juga mungkin berisi informasi dari sumber selain catatan akuntansi, sistem akuntansi umumnya diselenggarakan atas dasar unsur-unsur laporan keuangan (aset, kewajiban, pendapatan, biaya, dll), dan memberikan sebagian besar informasi untuk pernyataan keuangan. Laporan keuangan yang paling sering diberikan saat ini adalah, Balance Sheet or statement of financial position atau NERACA,  Income atau Earning Statement, Statement of Retained Earnings/ Laporan perubahan laba ditahan, Pernyataan perubahan lain dalam pemilik atau ekuitas, Laporan perubahan posisi keuangan (laporan sumber dan penerapan dana).
Pelaporan keuangan tidak hanya mencakup laporan keuangan tetapi juga cara lain untuk mengkomunikasikan informasi yang berhubungan, secara langsung atau tidak langsung, dengan informasi yang diberikan oleh sistem akuntansi - yaitu, informasi tentang sumber daya suatu perusahaan, kewajiban, pendapatan, dll. Laporan keuangan sering diaudit oleh akuntan independen untuk tujuan meningkatkan kepercayaan diri dalam kehandalan suatu perusahaan
Konteks Lingkungan dalam Penetapan Tujuan
Pelaporan keuangan bukanlah tujuan itu sendiri, tetapi dimaksudkan untuk memberikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan bisnis dan ekonomi - untuk membuat pilihan yang beralasan antara penggunaan alternatif sumber daya yang langka dalam menjalankan kegiatan usaha dan ekonomi. Dengan demikian, tujuan ditetapkan berasal sebagian besar dari kebutuhan mereka untuk siapa informasi tersebut dimaksudkan, yang pada gilirannya sangat tergantung pada sifat kegiatan ekonomi dan keputusan dengan mana pengguna yang terlibat.
Karakteristik dan Keterbatasan dari Informasi yang disediakan
Informasi yang diberikan oleh laporan keuangan terutama keuangan secara alami- umumnya diukur dan dinyatakan dalam satuan uang. Informasi yang secara resmi dimasukkan dalam laporan keuangan harus diukur dalam satuan uang. Informasi yang diberikan oleh pelaporan keuangan yang berkaitan dengan perusahaan bisnis individu, yang mungkin terdiri dari dua atau lebih pihak yang berkaitan, daripada industri atau ekonomi secara keseluruhan atau menjadi konsumen.
Informasi yang diberikan oleh laporan keuangan sering terjadi karena perkiraan atau pendugaan, daripada perhitungan tepat secara matematis. Informasi yang diberikan oleh laporan keuangan sebagian besar mencerminkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa yang telah terjadi. Pelaporan keuangan hanyalah salah satu sumber informasi yang dibutuhkan oleh mereka yang membuat keputusan ekonomi tentang perusahaan bisnis.
Informasi yang diberikan oleh laporan keuangan melibatkan biaya untuk menyediakan dan menggunakan, dan umumnya manfaat dari informasi yang diberikan harus diharapkan untuk setidaknya sama biaya yang terlibat.

Selasa, 29 September 2015

SIM, organisasi dan strategi (kesimpulan)



Organisasi atau dalam hal ini adalah perusahaan, memiliki tujuan  yaitu bertahan dalam jangka panjang. Dalam perusahaan terdapat beberapa orang yang tersusun dalam bentuk hirarki/struktur. Didalam perusahaan terdapat iklim perusahaan yaitu, politik hal ini berkaitan bagaimana perusahaan mengelola sehingga dapat menyatukan perbedaan dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Selain itu, manajer juga harus mengelola kegiatan rutin perusahaan secara efisien serta manajer juga harus mengetahui asumsi-asumsi sumber daya manusia dalam perusahaan terhadap tujuan perusahaan.
Dalam menjalankan hal diatas, dibutuhkan strategi untuk menghadapi para pesaing. SIM berperan dalam menyediakan informasi bagi manajemen dalam implementasi strategi, memastikan strategi tersebut dapat mencapai tujuan ataupun dalam hal penyelesaian masalah, serta meningkatkan prduktifitas dan performa manajemen sehingga aktivitas perusahaan berjalan efektif dan biaya dapat efisien dan menjadikan produk/jasa dapa diterima dipasar dan bersaing dengan produk/jasa lainnya.